About

2NE1 - I Am the Best

Powered by mp3skull.com

keluarga

Motivasi utama dalam hidupku adalah Ibuku.

Pendidikan

Selagi kita di beri kesempatan dan kita mampu, kenapa tidak. Katakan "YA" untuk menuntut ilmu.

Teman

Teman disaat suka dan duka itulah seorang SAHABAT.

Cinta

Cintailah sesuatu sewajarnya dan tidak berlebihan.

Motivasi

kesuksesan harus dibarengi dengan usaha dan do'a. Bukan hanya impian semata.

Asih Nurhidayati

Pages

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Kisah Muallaf menyentuh hati

Kisah muallaf menyentuh hati


Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.
Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagaikepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.
Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).
Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.
Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.
Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.
Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”
Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”
“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.
Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.


Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.
Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.

Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok mira nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok mira adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.
Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok mira, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.
Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok mira menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”
Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.
Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.
Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.
“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.
Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.
Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.
Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”
Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah. Amin !!

Minggu, 26 Mei 2013

Muhammadiyah

Berdirinya Muhammadiyah

A.    SEJARAH BERDIRINYA


      Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan 18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KH Ahmad Dahlan

Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.

Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.

Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.

Disamping memberikan kegiatan kepada laki-laki, pengajian kepada ibu-ibu dan anak-anak, beliau juga mendirikan sekolah-sekolah. Tahun 1913 sampai tahun 1918 beliau telah mendirikan Sekolah Dasar sejumlah 5 buah, tahun 1919 mendirikan Hooge School Muhammadiyah ialah sekolah lanjutan. Tahun 1921 diganti namanya menjadi Kweek School Muhammadiyah, tahun 1923, dipecah menjadi dua, laki-laki sendiri perempuan sendiri, dan akhirnya pada tahun 1930 namanya dirubah menjadi Mu`allimin dan Mu`allimat.

Suatu ketika KH.Ahmad Dahlan menyampaikan usaha pendidikan setelah selesai menyampaikan santapan rohani pada rapat pengurus Budi Utomo cabang Yogyakarta. Ia menyampaikan keinginan mengajarkan agama Islam kepada para siswa Kweekschool Gubernamen Jetis yang dikepalai oleh R. Boedihardjo, yang juga pengurus Budi Utomo. Usul itu disetujui, dengan syarat di luar pelajaran resmi. Lama-lama peminatnya banyak, hingga kemudian mendirikan sekolah sendiri. Di antara para siswa Kweekschool Jetis ada yang memperhatikan susunan bangku, meja, dan papan tulis. Lalu, mereka menanyakan untuk apa, dijawab untuk sekolah anak-anak Kauman dengan pelajaran agama Islam dan pengetahuan sekolah biasa. Mereka tertarik sekali, dan akhirnya menyarankan agar penyelelenggaraan ditangani oleh suatu organisasi agar berkelanjutan sepeninggal K.H. Ahmad Dahlan kelak.

                Setelah pelaksanaan penyelenggaraan sekolah itu sudah mulai teratur, kemudian dipikirkan tentang organisasi pendukung terselenggaranya kegiatan sekolah itu. Dipilihlah nama "Muhammadiyah" sebagai nama organisasi itu dengan harapan agar para anggotanya dapat hidup beragama dan bermasyarakat sesuai dengan pribadi Nabi Muhammad saw. Penyusunan anggaran dasar Muhamadiyah banyak mendapat bantuan dari R. Sosrosugondo, guru bahasa Melayu Kweekschool Jetis. Rumusannya dibuat dalam bahasa melayu dan Belanda. Kesepakatan bulat pendirian Muhamadiyah terjadi pada tanggal 18 November 1912 M atau 8 Zulhijah 1330 H. Tgl 20 Desember 1912 diajukanlah surat permohonan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, agar perserikatan ini diberi izin resmi dan diakui sebagai suatu badan hukum. Setelah memakan waktu sekitar 20 bulan, akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengakui Muhammadiyah sebagai badan hukum, tertuang dalam Gouvernement Besluit tanggal 22 Agustus 1914, No. 81, beserta alamporan statuennya.

Muhammadiyah juga mendirikan organisasi untuk kaum perempuan dengan Nama 'Aisyiyah yang disitulah Istri KH. A. Dahlan, Nyi Walidah Ahmad Dahlan Nyi Walidah Ahmad Dahlan berperan serta aktif dan sempat juga menjadi pemimpinnya.

KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934. Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.





b.    arti Muhammadiyah



1.     Arti Bahasa (Etimologis)

Muhamadiyah berasal dari kata bahasa Arab "Muhammad", yaitu nama nabi dan rasul Allah yang terkhir. Kemudian mendapatkan "ya" nisbiyah, yang artinya menjeniskan. Jadi, Muhamadiyah berarti "umat Muhammad saw." atau "pengikut Muhammad saw.", yaitu semua orang Islam yang mengakui dan meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. adalah hamba dan pesuruh Allah yang terakhir.



2.     Arti Istilah (Terminologi)

      Secara istilah, Muhamadiyah merupakan gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar, berakidah Islam dan bersumber pada Alquran dan sunah, didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Zulhijah 1330 H, bertepatan 18 November 1912 Miladiyah di kota Yogyakarta.

        Gerakan ini diberi nama Muhammadiyah oleh pendirinya dengan maksud untuk berpengharapan baik, dapat mencontoh dan meneladani jejak perjuangan Rasulullah saw. dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, semata-mata demi terwujudnya 'Izzul Islam wal muslimin, kejayaan Islam sebagai realita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realita.


c.    Maksud dan Tujuan Muhammadiyah

        Rumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah sejak berdiri hingga sekarang ini telah mengalami beberapa kali perubahan redaksional, perubahan susunan bahasa dan istilah. Tetapi, dari segi isi, maksud dan tujuan Muhammadiyah tidak berubah dari semula.

Pada waktu pertama berdirinya Muhamadiyah memiliki maksud dan tujuan untuk menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad saw. kepada penduduk bumi-putra, dan memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya.

Hingga tahun 2000, terjadi tujuh kali perubahan redaksional maksud dan tujuan Muhamadiyah. Dalam muktamarnya yang ke-44 yang diselenggarakan di Jakarta bulan Juli 2000 telah ditetapkan maksud dan tujuan Muhamadiyah, yaitu Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.


D.    Amal Usaha Muhammadiyah

                Usaha yang dilakukan Muhammadiyah pertama  melalui pendidikan, yaitu dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah. Selain itu juga menekankan pentingnya pemurnian tauhid dan ibadah, seperti: meniadakan kebiasaan menujuhbulani (Jawa: tingkeban), yaitu selamatan bagi orang yang hamil pertama kali memasuki bulan ke tujuh. Kebiasaan ini merupakan peninggalan dari adat-istiadat Jawa kuno, biasanya diadakan dengan membuat rujak dari kelapa muda yang belum berdaging yang dikenal dengan nama cengkir dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti buah delima, buah jeruk, dan lain-lain. Masing-masing daerah berbeda-beda cara dan macam upacara tujuh bulanan ini, tetapi pada dasarnya berjiwa sama, yaitu dengan maksud mendoakan bagi keselamatan calon bayi yang masih berada dalam kandungan itu.

Menghilangkan tradisi keagamaan yang tumbuh dari kepercayaan Islam sendiri, seperti selamatan untuk menghormati Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Saman, dll yang dikenal dengan manakiban. Selain itu, terdapat pula kebiasaan membaca Barzanji, yaitu suatu karya puisi serta syair-syair yang mengandung banyak pujaan kepada Nabi Muhammad saw. yang disalahartikan. Dalam acara-acara semacam ini, Muhammadiyah menilai, ada kecenderungan yang kuat untuk mengultusindividukan seornag wali atau nabi, sehingga hal itu dikhawatirkan dapat merusak kemurnian tauhid. Selain itu, ada juga acara yang disebut "khaul", atau yang lebih populer disebut khal, yaitu memperingati hari dan tanggal kematian seseorang setiap tahun sekali, dengan melakukan ziarah dan penghormatan secara besar-besaran terhadap arwah orang-orang alim dengan upacara yang berlebih-lebihan. Acara seperti ini oleh Muhammadiyah juga dipandang dapat mengerohkan tauhid.


Bacaan surat Yasin dan bermacam-macam zikir yang hanya khusus dibaca pada malam Jumat dan hari-hari tertentu adalah suatu bid'ah. Begitu juga ziarah hanya pada waktu-waktu tertentu dan pada kuburan tertentu, ibadah yang tidak ada dasarnya dalam agama, juga harus ditinggalkan. Yang boleh adalah ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat adanya kematian pada setiap makhluk Allah.

Mendoakan kepada orang yang masih hidup atau yang sudah mati dalam Islam sangat dianjurkan. demikian juga berzikir dan membaca Alquran juga sangat dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, jika di dalam berzikir dan membaca Alquran itu diniatkan untuk mengirim pahala kepada orang yang sudah mati, hal itu tidak berdasar pada ajaran agama, oleh karena itu harus ditinggalkan. Demikian juga tahlilan dan selawatan pada hari kematian ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000 hari, hal itu merupakan bid'ah yang mesti ditinggalkan dari perbuatan Islam. Selain itu, masih banyak lagi hal-hal yang ingin diusahakan oleh Muhammadiyah dalam memurnikan tauhid.


E. Perkembangan Muhammadiyah

Dalam usia hampir satu abad, alhamdulillah Muhammadiyah masih tegak berdiri dan terus berkembang ke seluruh penjuru tanah air, bahkan di beberapan negara telah berdiri cabang khusus seperti di Singapura, Jerman, Belanda, Australia, Mesir, dll.  Dari segi kemajuan amal usaha Muhamadiyah telah banyak berkembang, yang meliputi berbagai bidang kehidupan.


1.     Perkembangan Muhamadiyah dalam bidang keagamaan

Dalam bidang keagamaan terlihat dalam upaya-upayanya, seperti terbentuknya Majlis Tarjih (1927), yaitu lembaga yang menghimpun ulama-ulama dalam Muhammadiyah yang secara tetap mengadakan permusyawaratan dan memberi fatwa-fatwa dalam bidang keagamaan, serta memberi tuntunan mengenai hukum. Majlis ini banyak telah bayak memberi manfaat bagi jamaah dengan usaha-usahanya yang telah dilakukan:

·         Memberi tuntunan dan pedoman dalam bidang ubudiyah sesuai dengan contoh yang telah diberikan Rasulullah saw.

·         Memberi pedoman dalam penentuan ibadah puasa dan hari raya dengan jalan perhitungan "hisab" atau "astronomi" sesuai dengan jalan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

·         Mendirikan mushalla khusus wanita, dan juga meluruskan arah kiblat yang ada pada amasjid-masjid dan mushalla-mushalla sesuai dengan arah yang benar menurut perhitungan garis lintang.

·         Melaksanakan dan menyeponsori pengeluaran zakat pertanian, perikanan, peternakan, dan hasil perkebunan, serta amengatur pengumpulan dan pembagian zakat fitrah.

·         Memberi fatwa dan tuntunan dalam bidang keluarga sejahtera dan keluarga berencana.

·         Terbentuknya Departemen Agama Republik Indonesia juga termasuk peran dari kepeloporan pemimpin Muhammadiyah.

·         Tersusunnya rumusan "Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah", yaitu suatu rumusan pokok-pokok agama Islam secara sederhana, tetapi menyeluruh.



2.     Dalam bidang pendidikan, usaha yang ditempuh Muhammadiyah meliputi:

·         mendirikan sekolah-sekolah umum dengan memasukkan ke dalamnya ilmu-ilmu keagamaan, dan

·         mendirikan madrasah-madrasah yang juga diberi pendidikan pengajaran ilmu-ilmu pengetahuan umum.

·         mendirikan perguruan tinggi ilmu agama dan umum

Dengan usaha perpaduan tersebut, tidak ada lagi pembedaan mana ilmu agama dan ilmu umum. Semuanya adalah perintah dan dalam naungan agama.  Kini jumlah sekolah yang didirikan telah mencapai ribuan serta ratusan perguruan tinggi



3.     Dalam bidang kemasyarakatan, usaha-usaha yang telah dilakukan Muhammadiyah meliputi:

    Mendirikan rumah-rumah sakit modern, lengkap dengan segala peralatan, membangun balai-balai  pengobatan, rumah bersalin, apotek, dan sebagainya, yang kini jumlahnya sdudah ratusan.
    Mendirikan panti-panti asuhan anak yatim, baik putra maupun putri untuk menyantuni mereka.
    Mendirikan perusahaan percetakan, penerbitan, dan toko buku yang banyak memublikasikan majalah-majalah, brosur dan buku-buku yang sangat membantu penyebarluasan paham-paham keagamaan, ilmu, dan kebudayaan Islam.

·         Pengusahaan dana bantuan hari tua, yaitu dana yang diberikan pada saat seseorang tidak lagi bisa abekerja karena usia telah tua atau cacat jasmani.

·         Memberikan bimbingan dan penyuluhan keluarga mengenai hidup sepanjang tuntunan Ilahi.



4.     Dalam bidang politik, usaha-usaha Muhammadiyah meliputi:

    Menentang pemerintah Hindia Belanda yang mewajibkan pajak atas ibadah kurban. Hal ini berhasil dibebaskan.
    Pengadilan agama di zaman kolonial berada dalam kekuasaan penjajah yang tentu saja beragama Kristen. Agar urusan agama di Indonesia, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, juga dipegang oleh orang Islam, Muhammadiyah berjuang ke arah cita-cita itu.
    Ikut memelopori berdirinya Partai Islam Indonesia. Pada tahun 1945 termasuk menjadi pendukung utama berdirinya partai Islam Masyumi dengan gedung Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta sebagai tempat kelahirannya.
    Ikut menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia di kalangan umat Islam Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam tablig-tablighnya, dalam khotbah ataupun tulisan-tulisannya.
    Pada waktu Jepang berkuasa di Indonesia, pernah seluruh bangsa Indonesia diperintahkan untuk menyembah dewa matahari, tuhan bangsa Jepang. Muhammadiyah pun diperintah untuk melakukan Sei-kerei, membungkuk sebagai tanda hormat kepada Tenno Heika, tiap-tiap pagi sesaat matahari sedang terbit. Muhammadiyah menolak perintah itu.
    Ikut aktif dalam keanggotaan MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia) dan menyokong sepenuhnya tuntutan Gabungan Politik Indonesia (GAPI) agar Indonesia mempunyai parlemen di zaman penjajahan. Begitu juga pada kegiatan-kegiatan Islam Internasional, seperti Konferensi Islam Asia Afrika, Muktamar Masjid se-Dunia, dan sebagainya, Muhammadiyah ikut aktif di dalamnya.
    Pada saat partai politik yang bisa amenyalurkan cita-cita perjuangan Muhammadiyah tidak ada, Muhammadiyah tampil sebagai gerakan dakwah Islam yang sekaligus mempunyai fungsi politik riil. Pada saat itu, tahun 1966/1967, Muhammadiyah dikenal sebagai ormaspol, yaitu organisasi kemasyarakatan yang juga berfungsi sebagai partai politik.

Dengan semakin luasnya usaha-usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah, dibentuklah kesatuan-kesatuan kerja yang berkedudukan sebagai badan pembantu pemimpin persyarikatan. Kesatuan-kesatuan kerja tersebut berupa majelis-majelis dan badan-badan. Selain majelis dan lembaga, terdapat organisasi otonom, yaitu organisasi yang bernaung di bawah organisasi induk, dengan amasih tetap memiliki kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Dalam persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom) ini ada beberapa buah, yaitu:

1.      Aisyiyah

2.      Nasyiatul 'Aisyiyah  (NA)

3.      Pemuda Muhammadiyah

4.      Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) /Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)

5.      Ikatan Mahasiswa Muhamadiyyah (IMM)

6.      Tapak Suci Putra Muhamadiyah

7.     Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan (HW)

Organisasi-organisasi otonom tersebut termasuk kelompok Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Keenam organisasi otonom ini berkewajiban mengemban fungsi sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.

f. Periode Kepemimpinan Muhammadiyah :

1.     K.H. Ahmad Dahlan (1912--1923)
2.     K.H. Ibrahim (1923--1932)
3.     K.H. Hisyam (1932--1936)
4.     K.H. Mas Mansur (1936--1942)
5.     Ki Bagus Hadikusumo (1942--1953)
6.     A.R. Sutan Mansyur (1952--1959)
7.     H.M. Yunus Anis (1959--1968)
8.     K.H. Ahmad Badawi (1962--1968)
9.     K.H. Fakih Usman/H.A.R. Fakhrudin (1968--1971)
10.  K.H. Abdur Razak Fakhruddin (1971--1990)
11.  Prof Dr. K.H. A. Azhar Basyir, M.A. (1990--1995)
12.  Prof. Dr. H.M. Amien Rais/Prof. Dr. H.A. Syafii Maarif (1995--2000)
13.  Prof. Dr. H.A. Syafii Maarif (2000--2005)

14. Prof. DR. H. Din Syamsuddin, M.A. (2005-2010)



g. Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

      Muhammadiyah adalah gerakan berasas Islam, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi. 

1.     Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad saw., sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil, duniawi dan ukhrawi.

2.   Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:  Alquran: kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.  Sunnah Rasul: penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Alquran yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw. dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

3.     Muhammadiyah bekerja untuk teraksananya ajaran-ajaran Islam yang meliuti bidang-bidang:  Akidah , Akhlak ,  Ibadah , Muamalah Duniawiyah

4.   Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya akidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah, dan khurafat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.

5.     Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.

6.   Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah Saw. tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

7.   Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya muamalat duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berfilsafat Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil, makmur dan diridhai Allah SWT. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.




Nahdatul Ulama

PENGENALAN NAHDLATUL ULAMA


I.Arti Nahdlatul Ulama

Kata "Nahdlatul Ulama" adalah kata majemuk terdiri dua kata yaitu :
1.Nahdlah yang artinya kebangkitan.
2.Ulama yang artinya para ulama atau para kyai Dengan demikian "Nahdlatul Ulama" ialah kebangkitan para ulama atau para kyai


II.Sejarah berdirinya NU

KH.Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama besar berasal dari Surabaya baru saja pulang dari belajar di Makkah mendirikan suatu Majlis Munadharah yang dinamakan "Tashwirul Afkar" majlis ini didirikan pada tahun 1914 di Surabaya Jawa timur majelis ini merupakan perkumpulan para Ulama untuk membahas masalah-masalah Syari'at Islam Pada tahun 1916 "Tashwirul afkar" berkembang menjadi Jam'iyah "Nahdlatul Wathan" Jam'iyah ini mendapat pengesahan dari Pemerintah Belanda.

Pada tahun 1924 KH.Abdul Wahab Hasbullah mengadakan kursus-kursus agama Islam yang diikuti oleh para pemuda pemudi muslim mereka diberi pemantapan dalam mengikuti madzhab empat.dari kursus ini lahirlah organisasi pemuda Islam yang diberi nama : "Syubbanul Wathan"organisasi ini dipelopori oleh beberapa Kyai antara lain : KH.Abdullah Ubaid.KH.Thohir Bakri.

Pada tahun tersebut suasana kota Surabaya sedang dilanda ketegangan ,disatu pihak para tokoh agama islam bersitegang dengan penjajah belanda,dipihak lain para Ulama banyak yang berselisih pendapat masalah agama.Mengingat pentingnya mengusir penjajah dan mempersatukan umat Islam, KH.Abdul Wahab hasbullah mendirikan "Komite Hijaz"dan dari sinilah lahir Jam'iyah Nahdlatul Ulama


Nahdlatul Ulama lahir di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344H. atau 31 januari 1926. Tokoh-tokoh yang mendirikan organisasi NU adalah :

1.KH.Hasyim Asy'ari dari Tebuireng Jombang
2.KH.Abdul Wahab Hasbullah dari Surabaya
3.KH.Bisyri Samsoeri dari Denanyar Jombang
4.KH.Ridwan dari Semarang
5.KH.Raden Asnawi dari Kudus
6.KH.Raden Hambali dari Kudus
7.KH.Nachrowi dari Malang
8.KH.nDoro Mustofa menantu KH.Kholil Bangkalan Madura
9.KH.Nawawi dari Pasuruan


III.Kepribadian Nahdlatul Ulama

Kepribadian Nahdlatul Ulama tercermin dalam 7 khaslah :


Khaslah Pertama :

NU sebagai perwujudan Tis'u Nahadlat (9 kebangkitan) meliputi :
1. Nahdlah Syari'ah,yaitu kebangkitan Syari'at Islam
2. Nahdlah Ilmiyah yaitu kebangkitan ilmu pengetahuan
3. Nahdlah Tarbiyah,yaitu kebangkitan pendidikan
4. Nahdlah Khuluqiyah,yaitu kebangkitan ahlaqul Karimah
5. Nahdlah Akhowiyah,yaitu kebangkitan persaudaraan
6. Nahdlah Ta'awuniyah,yaitu kebangkitan untuk tolong menolong
7. Nahdlah Ijtimaiyah,yaitu kebangkitan kemasarakatan
8. Nahdlah Iqtishadiyah,yaitu kebangkitan perekonomian yang baik
9. Nahdlah Umraniyah,yaitu kebangkitan kemajuan pembangunan


Khaslah Kedua :

NU sebagai pengwal syari'at islam secara murni;
Syari'at islam yang murni adalah syari'at yang berdasarkan Al-qur an dan Sunnah
dan pemahamanya melalui tuntunan madzhab yang empat yaitu:Imam Hanaffiy,Imam Malikiy,Imam Syafi'iy dan Imam Hambaliy kenapa demikian karena beliau adalah Ulama besar,yang alim yang sanadnya sampai kepda Rasululloh saw.sabda Nabi bersabda
yang artinya :tiada habis kebaikan umatku selama belajar ilmu dari para Ulama besar mereka. ( HR.Abu Nu'aim)

Khaslah ketiga:

NU sebagai pelembagaan ide ulama
NU adalah organisasi yang selalu menjunjung tinggi nasehat ,bimbingan para ulama
karenanya NU tidak pernah berjalan tanpa tuntunan para ulama.karena ulama adalah pewaris nabi.

Khaslah keempat:

NU sebagai kekuatan spiritual
Setiap warga NU diharuskan untuk mempunyai,mendalami dan menjalankan kekua
tan spiritual atau kekuatan bathin melalui amaliyah : Thoriqoh Al-Mu'tabaroh AnNahdliyah sehingga haliyah bathin akan selalu terkontrol oleh dzikir dan dengan berdzikir jiwa
akan menjadi tenteram.karena merut pandangan NU keberhasilan itu terbagi menjadi dua

Pertama :behasil dalam mewujudkan madyarakat islam berhaluan ahlussunah Wal-jamaah masyarakat yang adil dan makmur diridloi oleh Alloh SWT
Kedua :berhasil menjadi orang yang selalu mahabbah Illalloh dan Taqorrub Illalloh.

Khaslah kelima

NU sebagai pembawa kemajuan
NU selalu mengajak warganya untuk berbuat yang terbaik demi kemaslahatan umat, ada tiga hal sasaran pembinaan kemanusiaan yang dilakukan oleh NU:
1.kemampuan untuk memanfaatkan potensi daratan dan lautan secara maksimal
2.Kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga terpenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan yang diperolehnya dengan cara yang halal.
3.Kemampuan meminit organisasi dengan baik

Khalah keenam

NU sebagai organisasi perjuangan
NU didirikan mempunyai dua wawasan yaitu :
1 .wawasan kebangsaan,.dalam kiprah nya NU akan selalu memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara demi terwujudnya masyarakat yang mutamaddin
2.wawasan keagamaan ,NU akan selalu menjadi pelopor dalam aplikasi Islam Ahlussunah wal Jama'ah.

Khaslah ketujuh

NU sebagai pembimbing geneasi penerus
NU selalu membimbing pemuda pemudinya untuk menjadi generasi yang tangguh ulet dan berahlaqul karimah,dan mampu meneruskan perjuangan para Ulama dengan
melaksanakan pembinaan yang kontinew melalui Lembaga,Banom,dan lajnah NU.




Ahlussunnah Wal Jama'ah


I.Pengertian Ahlussunnah wal jama'ah

Ahlussunnah Wal jama'ah adalah kata majemuk yang terdiri dari empat kata yaitu:
a.Kata Ahlun : yang artinya : golongan atau pengikut
b.Kata Assunnah : yang artinya :Ajaran Nabi Muhammad saw yang meliputi :
-Sunnah qauliyah : Perkataan Nabi Muhamad.saw
-Sunnah Fi'liyah : Perbuatan Nabi Muhamad saw
-Sunnah Taqririyah : Sikap Nabi Muhamad saw dalam menilai ucapan dan tingkah laku seseorang sahabat
c.Kata Aljama'ah : yang artinya : Kumpulan atau kelompok sahabat Nabi yang cerdik dan hidup di zaman Nabi. Dengan demikian yang dimaksud Ahlussunnah Waljama'ah ialah :golongan pengikut yang senantiasa mengikituti jalan hidup Rasulullah saw dan jalan hidup sahabatnya atau golongan yanmg berpegang teguh pada Sunnah Rasul dan (tariqab)para sahabat,lebih husus lagi sahabat empat ( hulafaurrasyidin) yaitu: Abu Bakar Ash Shidiq,Umar bin Khatab,Usman bin Affan,dan Ali bin abi Talib.

II.Dalil tentang batasan faham Aswaja

a.Dari sahabat Rasulullah saw,bersabda:

Umat Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan dan umat Nasrani menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan (HR.Abu Daud,al-Tirmizi,al-Nasai,Ibnu Majah)

b.Dari sahabat Abdullah Ibnu Umar ra,bahwasanya Nabi saw bersabda :

Dan sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan.Sementara umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan semuanya masuk neraka kecuali hanya satu golongan saja

para sahabat bertanya: Siapakah yang satu golongan itu ya Rasulullah?

Jawabnya: itu lah golongan yang senantiasa mengikuti jejakku dan jejak para sahabatku.(HR.Al-Tirmizi)

c.Rasulullah saw bersumpah: Demi dzat yang menguasai jiwa Muhammad sungguh umatku bakal terpecah menjadi 73 golongan .Maka yang satu golongan masuk sorga,sedang kan yang 72 golongan masuk neraka.Seorang sahabat bertanya: siapakah golongan
yang masuk surga itu ya Rasulullah?jawabnya: yaitu golongan Ahlussunnah Wal-Jamaah
( HR.al-Tabrani ).




III.Ajaran Ahlussunnah Wal-jama'ah

( 1 ).Dasar Hukum

Dasar-dasar yang menjadi pegangan dalam menentukan hukum ialah :
a.Al-quran
b.Al-hadits
c.Ijma' yaitu kesepakatan para sahabat Nabi mengenai suatu hukum.
Macam-macam Ijma':
-Ijma'Qath'i/ Ijma' Bayaniy/ Ijma' Qauli : Ijma' yang dilakukan dengan perkataan Atau tulisan
-Ijma' Dhanniy atau Ijma' Sukuti : Ijma'yang dilakukan dengan diam diri.
-Ijma' Sahabiy Ijma'yang terjadi diantara para sahabat Nabi
-Ijma'usy Syaikhon : Ijma' yang terjadi antara Khalifah Abu Bakar dan Umar.
d.Qiyas,yaitu : Menyamakan hukum suatu masalah yang belum diketahui hukumnya dengan masalah lain yang sudah diketahui hukunya,karena diantara keduanya terdapat kesamaan illah yang menjadi dasar penentuan hukum.

( 2.) Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah

Institusi akidah ( kalam) mengikuti institusi yang dicetuskan oleh : Imam Abu Hasan
Al-Asy'ariy dan Imam Abu Manshur Al-Maturidiy,yang kita kenal dengan : Mu'taqat lima puluh yaitu : 20 sifat wajib bagi Alloh, 20 sifat mustahil bagi Alloh dan 1 sifat jais bagi Alloh. 4 sifat wajib bagi Rasul, 4 sifat mustahil bagi Rasul dan 1 sifat jaiz bagi Rasul
Sayid Murtadlo dalam kitabnya Ittihadi Sadatil Muttaqin syarah kitab Ihya mnjelaskan yang artinya : Apabila sikatakan Ahlussunnah Wal Jama'ah itu yang dimaksud adalah Imam Abu Hasan Al-Asy'ariy dan Abu Manshur Al-Maturidiy


( 3.) Fiqh Ahlussah Waljama'ah

Dalam memahami Islam dan menafsirkan dari sumbernya yaitu Al-Quran dan Al-Hadits mengikuti tuntunan empat madzhab besar dalam fiqh Islam ,yakni Hanafi,Maliki,Syafi'I dan Hambali. Dalam hal ini Nabi bersabda :
Artinya : Dan sesungguhnya para Ulama adalah pewaris para Nabi ,sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar maupun uang dirham,tetapi mewariskan ilmu,barang siapa mengambil ilimu warisan itu ,maka telah mendapat bagian yang banyak dan sempurna (HR.Abu Dawud)


Para Imam Madzhab dan keistemewaanya

A . Imam Abu Hanifah Pendiri Madzha Hanafi Nama lengkapnya adalah Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit. Lahir di Kufah tahun
80 H/661 M dan wafat tahun 150 H/690 M .beliau dianugerahi otak yang cerdas,alim ahli ibadah dan zuhud.

Diantara Karamahnya ialah :
- Selama 30 tahun setiap malam menghatamkan Al-Quran,
- Selama 40 tahun tidak pernah tidur malam,sehingga shalat Isya dan subuh dengan satu kali wudu.
Beliau benar-benar meresapi isi kadungan Al-Quran sehingga setiap membaca nya sering meneteskan airmata.
Sebagai pedagang kain di Kufah terkenal dengan kejujuranya. Para Ulama yang mendukung madzhabnya antara lain :
- Imam Abu Yusuf Al-Anshariy
- Imam Zufar bin Hudzail Al-Kufie
- Abu Bakar Ahmad Al- Jas-shah
- Imam Abu Muhammad Az Zaila'ily


B. Imam Malik,pendiri Madzhab Maliki
Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas bin Malik,lahir di Madinah th.93 H/616M
Wafat pada th. 197 H/ 795 M di Mesir.Beliau amat alim,sehingga menjdi Ulama besar di Madinah pada waktu itu,dan kealimanya diakui Imam Abu Hanifah
Selama bertahun-tahu beliau sering bermimpi bertemu Rasulullah.
Beliau berguru dengan Ulama besar antara lain :Imam Abdur-rahman bin Hurmuz, Nafi'Imam Abu Syihab Az Zuhri,dll
Beliau terkenal Ulama ahli Hadits,menyusun kitab Hadits Al Muwatha' sebuah kitab yang menjadi pegangan seluruh umat Islam..

Para Ulama yang mengikuti Madzhabnya antara lain :
- Imam Shihab Al Qaisiy
- Imam Isa bin Bin Dinar Andalus/Spanyol
- Imam Abdul Wahab Al Bagdadiy
- Imam Abdul Hasan Al Juhriy


C. Imam Muhammad bin Idris pendiri Madzhab Syafi'i


Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy -syafi'iy.Lahir
di Gezet tahun 150 H/767 M dan wafat di Mesir pada th. 204 H/821 M.beliau sejak
kecil sudah menjadi yatim.Berusia dua tahun oleh sang ibu dibawa pindah ke kampung halaman ayahandanya di Makkah.Usia 7 tahun sudah hafal Al-Quran,umur 10tahun telah hafal kitab Hadits Al Muwatha karangan Imam Malik,dan dalam usia 15tahun menjadi mufti ( ulama ahli fatwa).

Dalam pengembaraan studinya ,dari Makkah ke Madinah terus ke Bagdad dan diam disana 2 tahun,kemudian kembali ke Makkah,pergi lagi ke Bagdad beberapa lama kemudian menetap di Mesir sampai wafat.

Imam Ahmad bin Hambal ,muridnya menerangkan bahwa Imam Syafi'I membagi
waktu malam menjadi tiga bagian; sepertiga untuk ilmu,sepertiga untuk salat dan sepertiganya untuk istirahat.Setiap hari menghatamkan Al-Quran satu kali,dan 60kali dalam bulan Ramadhan,dimana semuanya itu terbaca dalam salat.
Beliau sendiri pernah menyatakan :selama 16 tahun,perutku tidak pernah kenyang sebab hal itu akan mengakibatkan malas berbuat,hati menjadi keras,dan kecerdasan hilang,suka tidur enggan beribadah.
Beliau dikenal sebagai perintis ilmu usul fiqh,karanganya banyak sekali yang terkenal adalah Al Um terdiri 2113 halaman dan ArRisalah terdiri 670 halaman.


Ulama yang mengikuti Madzhabnya antara lain :
- Imam Ahmad bin Hambal,pendiri Madzhab Hambaliy
- Imam Abu Ja'far Ath-Thabaritiy.pengarang Tafsir At Thabariy
- Imam Abu Ibrahum Al Mishriy
- Imam Abu Bakar An Nasabuiy
- Imam Abul Hasan Al Mawardiy
- Imam Abdul Malik Al Juwainiy terkenal dengan Imamul Haramain
- Imam Abu Ishaq Asy Syairaziy
- Imam Gazaliy pengarang Kitab Ihya'Ulumuddin
- Imam Muhyidin An Nawawiy
- Imam Taqiyyudin As-subkiy
- Imam Zakariya Al Anshariy
- Imam Ibnu Hajar Al Haitami



D. Imam Amad bin Hambal pendiri Madzhab Hambaliy

Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal Al Marwaziy.lahir di MarWaztah.164 H/704 M. dan wafat th.241 H/781 M. beliau Ulama besar ahli Hadits dan wara'.Imam Syafi.i pernah menyatakan Kepergianku dari Bagdad ini tidak meninggalkan disana orang lebih alim ,lebih wara,dan lebih zuhud selain Imam Ahmad.Beliau tidak pernah tidur pada malam hari sejak masih muda,setiap hari menghatamkan Al-Quran.

Beliau seorang Ulama ahli Hadits,belajar dengan Ulama-ulama di Irak,Syiriya,hijaz dan Yaman.Pada usia 32 tahun menjadi murid Imam Syafi'iy selama 2 tahun untuk mempelajari ilmu Fiqh dan UshulFiqh.Kitab karangan yang masyhur adalah kitab himpunan Hadits bernama Musnad Ahmad.terdiri dari beberapa jilid.
Adapun para Ulama pengikut Madzhabnya antara lain :

- Imam Al Atsrom Abu Bakar Al Khurasaniy
- Imam Ahmad bin Muhammad Al Khurasaniy
- Imam Abdul 'Aziz bin Ja'far


(4) Bidang Tasawuf ( Ahlaq )

Adapun lingkup kempat dalam faham Aswaja mengikuti wacana Ahlaq (tasawuf)
yang kembangkan oleh Imam Al Gazaliy,Syeh Junaidi Al Bagdadi, Abu Yazid Al Bustami dengan demikian setiap Muslim yang mempunyai faham Aswaja harus Mengaplikasikan secara konferhensif sehingga menjadi muslim yang baik dalm beraqidah,dalam beribadah dan dalam berahlaq.

Senin, 13 Mei 2013

Sejarah kemunculan Ilmu Kalam



SEJARAH KEMUNCULAN ALIRAN KALAM
Tahkim Shiffin                   (Ali: Abu Musa                  Mu’awiyah: Amr bin Ash)

KHAWARIJ

Definisi: dari kata Kharaja à Keluar
Tokoh:  Abdullah bin Wahhab ar-Rasyibi (al-Muhakkimah), Nafi al-Azraq (Azariqah),
Najdah bin Amir al-Hanafi (an-Najdah), Ibadiah, Abdullah bin Saffar (as-
Shufriyyah)
Pokok Pikiran:
1.       Pelaku dosa besar adalah kafir dan halal untuk dibunuh
2.       Kafir termasuk orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka
3.       Mencari-cari kesalahan baik pemerintah maupun para ulama.
Sehingga seringkali diidentifikasi sebagai aliran radikal pertama dalam Islam.
Barisan kelompok sakit hati secara politis.
Tumbuh dari orang-orang secara geografis Arab Badui di Gurun

SYI’AH
Secara bahasa: partai, golongan, pengikut, pendukung.
Sebagian kaum muslimin yang dalam bidang spiritual dan keagamaan selalu merujuk pada keturunan Nabi Muhammad saw (ahl al-bait).
Mereka menolak kekhalifahan tiga khalifah sebelumnya à hadis gadir khumm.
Ada lima rukun iman:    Tauhid, ‘adl, nubuwwah, ma’ad, imamah (kepercayaan terhadap
adanya imam yang merupakan hak ahl al-bait).
Konsep sentral: imamah, taqiyyah, mut’ah, ma’shum



MURJI’AH
أرجأ à menunda;menangguhkan
Lahir dan berkembang à Damaskus
Tokoh Sentral : Jahm bin Shafwan
Isu sentral : POSISI IMAN
Iman didefinisikan tashdiq bil Qalbi yang mengkritisi definisi terdahulu dalam khawarij yang mengkaitkan iman dengan perbuatan. Sehingga ada hubungan langsung antara perbuatan dengan eksistensi iman. Implikasinya, khawarij mudah mengkafirkan orang lain. Sementara murji’ah, menyatakan tidak ada hubungan langsung antara iman dan amal sehingga manusia tidak dapat menyatakan kafir seseorang yang berdosa besar. Semuanya diserahkan kepada Allah.


JABBARIYAH DAN QADARIYAH
Tokoh Jabbariyah à       JA’AD BIN DIRHAM
Tokoh Qadariyah à        MA’BAD AL-JUHAINI
                                                GHAYLAN AD-DIMASYQI

ISU SENTRAL à KEKUASAAN DAN KEHENDAK MANUSIA à TAQDIR
Ayat-ayat yang digunakan Jabariyah:
Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (al-Insan: 30)
4Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu". (as-Safat:
Kalau sekiranya kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang Telah mati berbicara dengan mereka dan kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka[498], niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. (al-Anam: 111)

Ayat-ayat yang digunakan Qadariyah:
Barangsiapa yang mengerjakan dosa, Maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 111)
!$£Js9urr& Nä3÷Gu;»|¹r& ×pt7ŠÅÁB ôs% Läêö6|¹r& $pköŽn=÷VÏiB ÷Läêù=è% 4¯Tr& #x»yd ( ö@è% uqèd ô`ÏB ÏYÏã öNä3Å¡àÿRr& 3 ¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÏÎÈ
Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 165)

¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB .`ÏiB Èû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts ô`ÏB ̍øBr& «!$# 3 žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#ur& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß Ÿxsù ¨ŠttB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-raad: 11)

( `yJsù uä!$x© `ÏB÷sãù=sù ÆtBur uä!$x© öàÿõ3uù=sù 4
Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". (al-Kahfi: 29)


RUKUN IMAN
Mu’tazilah (al-Ushul al-Khamsah)
  1. At-Tauhid (Tauhid)
  2. Al-‘Adl (Kedilan)
  3. Al-Wa’du wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman)
  4. Al-Manzilah Bainal Manzilatain (Satu tempat di antara dua tempat)
  5. Al-Amru Bil Ma’ruf Wa An-Nahyu ‘An Al-Munkar (Menyeru kebaikan dan melarang kejahatan)
SYI’AH
  1. Tauhid,
  2. ‘Adl
  3. Imamah (kepercayaan thdp adanya imam yang merupakan hak ahl al-bait)
  4. Nubuwwah
  5. Ma’ad

LIMA ASPEK YANG DIKRITIK ABU AL-HASAN AL-ASY’ARI:
  1. Sifat Tuhan
  2. Kekuasaan Tuhan dan Perbuatan Manusia
  3. Melihat Tuhan
  4. Dosa Besar
  5. Status al-Qur’an


PELAKU DOSA BESAR
1. الخوارج :      المؤمن        فى الجنة
الكافر        فى النار
2. المرجئة :             المؤمن        فى الجنة
الكافر        فى النار
3. المعتزلة :             المؤمن        فى الجنة
الفاسق              منـزلة بين المنـزلتين
الكافر        فى النار

4. أهل السنة    :      المؤمن        فى الجنة
الفاسق              فى النار
الكافر        فى النار



TAUHID







POSITIVIS
 


NEGATIVIS
 

 



Positivis:
Tuhan bukanlah realitas transendental yang kosong tanpa isi. Isi itulah yang berupa nama-nama, sifat, dan penggambaran lain yang ada dalam kitab suci. Al-Qur’an memaparkan sifat-sifat: melihat, mendengar, berbicara, berkehendak, marah, senang, dsb. Tuhan juga memiliki tangan, wajah, mata. Dalam hadis disebutkan bahwa Tuhan turun ke bumi pada sepertiga terakhir malam untuk menemui haba-hambanya yang salat dan berdo’a. Tuhan juga digambarkan berada di singgasana (‘arsy) sebagaimana raja yang bertahta di atas singgasana (al-A’raf: 54; Yunus: 3; ar-Ra’ad: 2; Thaha: 5.
Kelompok ini berkesimpulan bahwa Tuhan memiliki mata, tangan, wajah dsb sebagaimana disebutkan kitab suci dan hadis. Semua yang dikatakan kitab suci tidak boleh ditolak atau ditafsirkan. Hanya saja cara tuhan melihat dsb tidak dapat diketahui manusia.

Negativis
Mereka menolak sifat-sifat Tuhan. Menetapkan sifat-sifat tersebut sama saja dengan mengatakan bahwa tuhan mirip dengan ciptaannya. Hal ini melanggar prinsip tauhid bahwa tidak ada persamaan antara tuhan dan makhluknya. Sifat-sifat Tuhan di dalam kitab suci harus dipahami sebagai majaz dan harus ditakwilkan. Dengan menafikan sifat-sifat Tuhan tersebut mereka mengosongkan konsep Tuhan dari suatu isi. Penyifatan tuhan dengan sesuatu dapat mengarah pada antropomorfisme.